Translate this page from Indonesian to the following language!
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
http://online klinik.blogspot.com
Online Klinik khusus untuk dewasa , jika anda belum cukup umur di larang untuk mengunjungi blog ini. Silakan tinggalkan blog ini segera karena blog ini berisikan tentang Dunia Malam hiburan malam, juga tentang kesehatan dan juga panti pijit plus plus nya, penyakit seks bebas atau seksualitas serta teknik bercinta yang sexual dengan tip dan triknya.

Baca Juga yang ini


>

Mencari pria yang tidak pernah mengenal dan menonton pornografi pada zaman yang serba modern ini tampaknya semakin sulit. Hal itu setidaknya telah dibuktikan oleh para ilmuwan di Montreal, Kanada.

Para ahli di Universitas Montreal, belum lama ini, mencari pria yang belum pernah mengenal dan menikmati film atau gambar-gambar porno. Namun, upaya pencarian mereka tak kunjung membuahkan hasil. Rencananya, para ilmuwan ini akan menggelar riset membandingkan pandangan pria pada usia 20-an yang belum pernah mengenal pornografi dengan pria yang biasa menikmati pornografi.

Proyek penelitian ini pun akhirnya gagal pada tahap awal karena para peneliti tidak kunjung menemukan satu pria pun yang tidak pernah menggunakan pornografi.

"Kami mengawali riset dengan mencari pria berusia 20-an yang tidak pernah menikmati pornografi. Tetapi, kami tidak bisa menemukan satu pun," ujar Profesor Simon Louis Lajeunesse.

Walaupun gagal mencapai tujuan awal penelitian, tim yang dipimpin Prof Lajeunesse tetap melakukan riset. Mereka pun meneliti kebiasaan para pria muda dalam menggunakan pornografi. Prof Lajeunesse melakukan wawancara dengan 20 mahasiswa pria heteroseksual yang biasa menikmati pornografi.

Riset menunjukkan, mereka rata-rata mulai menonton pornografi pada usia 10 tahun. Sekitar 90 persen menikmatinya melalui internet, sedangkan 10 persen lainnya berasal dari toko penjual film.

Pria yang masih bujangan menyaksikan film atau gambar porno rata-rata 40 menit, tiga kali dalam seminggu. Sedangkan yang sudah berpacaran menikmatinya 1,7 kali dalam sepekan selama sekitar 20 menit.

Riset juga menemukan, pria hanya menonton materi pornografi yang cocok dengan selera dan citra seksualnya. Mereka juga menghindari materi yang dianggap menjijikkan atau bersifat ofensif.

Prof Lajeunesse menyatakan, dari penelitian kecil ini dapat dilihat bahwa pornografi tidak memberikan efek negarif pada seksualitas. "Tidak ada subyek yang memiliki patologis seksual. Faktanya, pratik seksual mereka cukup konvensional. Pornografi tidak mengubah persepsi tentang wanita atau suatu hubungan di mana mereka menginginkan semuanya sedapat mungkin lebih harmonis dan memuaskan," ungkapnya.

Bookmark and Share
This entry was posted on 09.54 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Ingin melakukan copy paste artikel pada blog ini ? Kami sangat tidak keberatan tentunya dengan syarat mencantumkan Url dari blog ini.